GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bupati harap kehadiran SKPT wujudkan Natuna jadi pusat ...

Bupati harap kehadiran SKPT wujudkan Natuna jadi pusat ...

Merdeka > Uang …

Bupati harap kehadiran SKPT wujudkan Natuna jadi pusat ...

Merdeka > Uang Bupati harap kehadiran SKPT wujudkan Natuna jadi pusat perikanan nasional Rabu, 6 Desember 2017 12:29 Reporter : Ira Astiana tangkapan ikan di teluk jakarta. ©2017 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kepulauan Natuna dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan sumber daya perikanan laut. Meski sempat menjadi wilayah tertingga l, kini Kabupaten Natuna mulai melakukan pembenahan di berbagai sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Salah satu sektor yang diprioritaskan yakni di bidang kelautan dan perikanan. "Prioritas pembangunan di Natuna selain bidang pariwisata, yaitu di bidang perikanan. Inilah yang berusaha kami tonjolkan saat ini," kata Bupati Natuna, Hamid Rizal, di Ranai, Kepulauan Natuna.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini membangun sebuah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna di Selat Lampa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan. Diharapkan SKPT menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat perikanan Nasional.
SKPT ini berupa pelabuhan berstandard internasional. Di mana telah disediakan berbagai sarana dan prasarana yang bisa mendukung kegiatan melaut pada nelayan Natuna. "Ini tentu membantu sekali masyarakat kita, khususnya para nelayan. Dengan adanya pelabuhan perikanan di Selat Lampa itu, maka kesejahte raan nelayan Natuna jadi terjamin," ungkap Hamid.
Hamid menjelaskan, SKPT ini dilengkapi berbagai fasilitas yang bisa digunakan oleh para nelayan dalam mendukung kegiatan melaut seperti tempat penampungan, penjualan, dan pelelangan ikan hasil buruan mereka. "Mereka kini bisa menangkap ikan banyak mungkin lalu menampungnya di cold storage yang tersedia di pelabuhan. Itu bisa tahan cukup lama. Selain itu, mereka juga bisa menjual hasil tangkapan mereka kepada pengusaha dengan harga bersaing," jelasnya.
Untuk saat ini, baru Perum Perikanan Indonesia (Perindo) yang bergabung dengan program yang diarahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikana, Susi Pudjiastuti ini. Namun, Hamid berharap ke depannya akan ada banyak pengusaha swasta lain datang.
"Kami memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada pada pemilik modal atau pengusaha untuk melakukan kegiatan pengolahan hasil perikanan di Natuna. Bagi kami, ini sangat ditunggu-tunggu," tutupnya.

[bim]

Baca Juga:
Ikan di KJA Jatiluhur Purwakarta mati massal diduga akibat cuaca ekstremCara unik Perinus genjot konsumsi ikan, hingga masuk rekor MURIIndonesia ekspor 4 ton ubur-ubur ke MalaysiaGenjot konsumsi ikan, belanja hasil laut kini bisa lewat onlineIndonesia ekspor olahan ikan dan hasil laut ke AS senilai Rp 5,5 MIndustri ikan hias Singapura terbesar di dunia, padahal bahan baku dari RIIndonesia ingin jadi produsen ikan hias terbesar dunia, kalahkan Singapura
Topik berita Terkait:
  1. Perikanan
  2. Kementerian Kelautan Dan Perikanan
  3. Infrastruktur
  4. Ekonomi Indonesia
  5. Nelayan
  6. Ranai Natuna
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Liputan 24 Ranai

No comments