Listrik di Natuna Sering Padam, Bupati Minta PLN Diperiksa | Liputan 24 Kepulauan Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Listrik di Natuna Sering Padam, Bupati Minta PLN Diperiksa

Posted by On 11:40 PM

Listrik di Natuna Sering Padam, Bupati Minta PLN Diperiksa

Bupati Natuna Hamid Rizal saat memberikan sambutan di acara peresmian BBM satu harga di Natuna. Hamid meminta agar PLN Rayon Natuna di periksa terkait seringnya terjadi pemadaman Listrik di Natuna.KOMPAS.COM/ HADI MAULANA Bupati Natuna Hamid Rizal saat memberikan sambutan di acara peresmian BBM satu harga di Natuna. Hamid meminta agar PLN Rayon Natuna di periksa terkait seringnya terjadi pemadaman Listrik di Natuna.

BATAM, KOMPAS.com - Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Natuna membuat geram sejumlah warga Ranai. Tidak terkecuali Bupati Natuna Hamid Rizal yang mengaku mulai jengkel dengan kinerja PLN yang sama sek ali tidak ada perubahan sampai saat ini.

"Jujur, tidak saja warga, saya sendiri juga jengkel dengan kinerja PLN Rayon Natuna ini. Pemadaman aja kerja mereka ini," kata Hamid Rizal di sela peresmian SPBU satu harga di Natuna, Senin (4/12/2017).

Hamid mengaku, pemadaman listrik di kediamannya sudah tidak bisa lagi dihitung. Makanya dia mengaku sudah sangat kecewa sekali dengan PLN Rayon Natuna ini.

"Periksa sajalah PLN Rayon Natuna ini, biar ketahuan apa sebenarnya masalah mereka hingga terjadi pemadaman terus," kata Hamid.

Tidak sampai di situ, Hamid juga mengatakan secepatnya akan memanggil pihak PLN Rayon Natuna agar mereka bisa menjelaskan dan mempertanggungjawabkan atas apa yang terjadi di Natuna saat ini.

Baca juga: Laksanakan Program BBM Satu Harga, Pertamina Tambah 2 SPBU-N di Natuna

Sementara itu, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Natuna mengajukan pemanfaatan sumber gas yang ada di Natuna ke Kementerian ESDM agar penerangan di Natuna dilakukan dengan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

"Jadi tidak pakai diesel lagi, pakai gas lebih hemat dan awet," kata Fans.

Apalagi di Natuna ada beberapa perusahaan yang melakukan pengeboran gas lepas pantai, tentunya hal ini tidak menjadi hal yang sulit untuk melakukan interkoneksi tersebut.

"Jadi selain penerangannya sudah menggunakan gas, sisa gas tersebut juga bisa disalurkan ke rumah tangga untuk keperluan memasak dan keperluan sehari-sehari. Tentunya lebih hemat bukan," ujar Fans.

Sementara itu, Manajer PLN Area Tanjungpinang Fauzan mengaku tidak ada lagi pemadaman di Natuna. Namun, terkadang sering terjadi kendala kecil pada jaringan, hal itu yang membuat terjadinya pemadaman mendadak.

"Terkadang jaringan kita tersenggol tupai atau hewan lainnya, kadang juga akibat dahan tumbang. Hal ini yang membuat jaringan kami terganggu," kata Fauzan.

Untuk Natuna sendiri, pada awal tahun 2018 akan ada penambahan pembangkit listrik sebesar 20 megawatt. Bahkan saat ini sudah dilakukan survei lokasi karena nantinya untuk penempatan mesin baru ini akan disesuaikan dengan tata ruang Pemerintah Kabupaten Natuna.

"Saat ini Natuna baru ada dua mesin pembangkit, di Selat Lampa dan Ranai. Dengan penambahan 20 megawatt lagi pada 2018, maka kekurangan penerangan akan terpenuhi semua, bahkan berlebih," ungkap dia.

Kompas TV Kebun angin ini akan "ditanami pembangkit listrik".

Terkini Lainnya

Dana Bantuan Inggris 'Dibelokkan' ke Kelompok Ekstrem di Suriah

Dana Bantuan Inggris "Dibelokkan" ke Kelompok Ekstrem di Suriah

Internasional 05/12/2017, 14:35 WIB Ingin Aklamasi, Kubu Airlangga Lobi Idrus agar Tak Maju di Munaslub

Ingin Aklamasi, Kubu Airlangga Lobi Idrus agar Tak Maju di Munaslub

Nasional 05/12/2017, 14:32 WIB Karena Gaya Hidup, Sejumlah Aparat Desa Terlibat Kasus Korupsi

Karena Gaya Hidup, Sejumlah Aparat Desa Terlibat Kasus Korupsi

Regional 05/12/2017, 14:25 WIB Integritas, PR Sekolah-sekolah Zaman 'Now'

Integritas, PR Sekolah-sekolah Zaman "Now"

Nasional 05/12/2017, 14:16 WIB Penarikan Raperda Tata Ruang oleh Pemprov DKI Dinilai Langkah Mundur

Penarikan Raperda Tata Ruang oleh Pemprov DKI Dinilai Langkah Mundur

Megapolitan 05/12/2017, 14:16 WIB Jadi Pelatih Termuda IBL, Andre Yuwadi Terbiasa Emban Beban

Jadi Pelatih Termuda IBL, Andre Yuwadi Terbiasa Emban Beban

Olahraga 05/12/2017, 14:14 WIB Saleh Tewas, Siapa Pemimpin Negara Era Revolusi Arab yang Masih Hidup?

Saleh Tewas, Siapa Pemimpin Negara Era Revolusi Arab yang Masih Hidup?

Internasional 05/12/2017, 14:08 WIB Ditanya Peluang Dampingi Jokowi di 2019, Reaksi Gatot...

Ditanya Peluang Dampingi Jokowi di 2019, Reaksi Gatot...

Nasional 05/12/2017, 14:06 WIB Kata Puan, dalam Waktu Dekat Jokowi Akan Beri Arahan soal Khofifah

Kata Puan, dalam Waktu Dekat Jokowi Akan Beri Arahan soal Khofifah

Nasional 05/12/2017, 14:05 WIB Tanggul Laut Belum Sempurna Ditutup, Air Rob Masuk ke Perumahan

Tanggul Laut Belum Sempurna Ditutup, Air Rob Masuk ke Perumahan

Megapolitan 05/12/2017, 14:03 WIB Isap Sabu di Hotel, Seorang Pilot di Kupang Ditangkap

Isap Sabu di Hotel, Seorang Pilot di Kupang Ditangkap

Regional 05/12/2017, 14:01 WIB Elektabilitas sebagai Cawapres Tinggi, Jawaban Anies...

Elektabilitas sebagai Cawapres Tinggi, Jawaban Anies...

Megapolitan 05/12/2017, 14:00 WIB Menko Puan Pastikan Khofifah Masih Fokus Jabat Mensos

Menko Puan Pastikan Khofifah Masih Fokus Jabat Mensos

Nasional 05/12/2017, 13:59 WIB Lahan Stadion Bertaraf Internasional yang Ambruk Masih Bermasalah

Lahan Stadion Bertaraf Internasional yang Ambruk Masih Bermasalah

Regional 05/12/2017, 13:56 WIB Rencana Pencabutan Larangan Motor di Thamrin Masih Dikaji

Rencana Pencabutan Larangan Motor di Thamrin Masih Dikaji

Megapolitan 05/12/2017, 13:50 WIB Load MoreSumber: Google News | Liputan 24 Ranai

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »