Sembilan personel Polda Kepri di PTDH | Liputan 24 Kepulauan Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sembilan personel Polda Kepri di PTDH

Posted by On 2:27 AM

Sembilan personel Polda Kepri di PTDH

Batam (Antaranews Kepri) - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap sembilan personelnya yang terlibat kasus narkotika dan meninggalkan tugas lebih dari 30 hari.
"Ini berdasarkan keputusan Kapolda Kepri Kep/190/VI/2018 tertanggal 11 Juni," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes S Erlangga, di Batam, Senin.
Kesembilan personel tersebut kata Erlangga yaitu Brigadir Leonardus Gultom yang berdinas di Bayanma Polda Kepri.
Pelanggaran yang dilakukannya adalah tidak melakukan perintah dinas, tidak mengikuti pembinaan bagi anggota Polri yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika.
"Disamping itu yang bersangkutan memiliki catatan pernah melakukan disersi, positif menggunakan narkoba pada tahun 2016 dan berulang ditahun yang sama sehingga yang bersangkutan direkomendasikan di PTDH," kata Erlangga.
Kedua adalah Brigadir Rinaldi yang bertu gas di Bayanma Polda Kepri, ditangkap atas pidana narkotika serta terbukti positif menggunakan narkotika dari hasil tes urine yang dilakukan pada 2016.
Ketiga yaitu Briptu Erika Asiswa yang juga bertugas di Bayanma Polda Kepri. Erika lanjut Erlangga tidak melaksanakan dinas selama empat hari dan tidak mengikuti kegiatan pembinaan bagi anggota yang positif narkoba yang dilaksanakan biro SDM selama 40 hari.
"Catatan personel di 2009 dan 2016 sudah dilakukan mutasi karena narkoba bahkan sudah diberikan teguran tertulis serta sidang kode etik, makanya direkomendasikan untuk di PTDH," ucapnya.
Selanjutnya adalah Brigadir Hernandes yang bertugas di Polres Natuna karena terlilit kasus narkotika dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama sembilan tahun.
"Kemudian yang bersangkutan mengajukan banding di pengadilan tinggi Pekanbaru dengan putusan menolak dan menguatkan putusan pengadilan negeri Ranai," kata dia.
Selain itu, Brigadir Hernandes juga pern ah melakukan tindakan pungutan liar pada 2011. Kemudian di 2012 tahanan lari dan pada tahun yang sama lari dari tugas atau disersi.
"Pada 2014 dia melakukan penyalanggunaan wewenang dan terakhir itu adalah pidana narkotika dengan vonis hukuman sembilan tahun penjara," ujarnya.
Berikutnya adalah Brigadir Wan Ari Syahputra bertugas di Polresta Barelang dan melakukan pelanggaran meninggalkan tugas lebih dari 30 hari. Terhitung dari 7 November sampai 19 Desember 2015.
Berdasarkan catatan Polda Kepri Brigadir Wan Ari Syahputra diketahui positif menggunakan narkoba.
"Berikutnya ada Briptu Renda AP Manihuruk bintara Polresta Barelang karena meninggalkan tugas lebih dari 30 hari secara berturut-turut sejak 14 Juni hingga 23 Juli 2013," katanya.
Kemudian Briptu Sarsono yang merupakan bintara pembinaan Polresta Barelang. Briptu Sarsono kata Erlangga yaitu tidak berdinas selama lebih dari 30 hari dari 16 Juni sampai 6 Agustus 2015.
"Yang bersa ngkutan juga tidak pernah masuk dinas sampai sidang putusan dari komisi kode etik profesi," kata dia.
Kemudian Briptu Yuli Yanto yang bertugas di Polresta Barelang, meninggalkan tugas lebih dari 30 hari sejak 16 Juni sampai 6 Agustus 2015.
"Yang bersangkutan sekarang ditahan dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama empat tahun karena memiliki narkotika golongan satu," kata Erlangga.
Terakhir adalah Bripka Freddy Mangasi Butar-Butar yang bertugas di Satnarkoba Polres Karimun.
Bripka Freddy di PTDH karena larinya satu orang tahanan yang terlibat narkoba dari ruangan Satnarkoba Polres Karimun saat dibon oleh yang bersangkutan.
"Yang bersangkutan juga melakukan tindakan asusila terhadap istri tahanan," papar Erlangga.(Antara)Sumber: Berita Kepulauan Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »