Kasus Gagal Ginjal di Kepulauan Riau Melonjak Tajam | Liputan 24 Kepulauan Riau
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kasus Gagal Ginjal di Kepulauan Riau Melonjak Tajam

Posted by On 7:23 PM

Kasus Gagal Ginjal di Kepulauan Riau Melonjak Tajam

JawaPos.com - Kasus penyakit tidak menular seperti stroke, jantung dan gagal ginjal di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ini melonjak drastis. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan selain faktor pola hidup tidak sehat, merebaknya penyakit tersebut lantaran masyarakat tidak cerdas dalam minum obat.

"Agar cerdas maka harus ada diagnosis terlebih dahulu untuk mengetahui apa sakit yang diderita, kemudian temukan obatnya dan ikuti petunjuk," kata Tjetjep saat menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang digelar Dinkes Provinsi Kepri, di Hotel Aston Karimun, Senin (9/7).

Pada 2018 lalu, kasus gagal ginjal di Kepri hanya 85 orang. Tapi saat ini jumlah pasien cuci darah hampir di semua rumah sakit sudah mencapai lebih dari 700 penderita gagal ginjal atau mencapai lebih dari 10 kali lipat.

"Kalau petunjuknya minum obat harus habis dan sampai enam hari, sementara baru sampai setengah sudah berhenti karena merasa sudah enakan, itu salah. Kumannya tidak mati dan hanya lemah saja, lalu kuman di dalam tubuh akan bangkit lagi dengan kekuatan lebih dahsyat," kata Tjetjep.

Adapun jumlah terbanyak penderita penyakit tak menular dikarenakan pola hidup dan tidak cerdas dalam menggunakan obat lebih banyak di lokasi jumlah penduduk yang padat. Urutan pertama berada di Kota Batam, setelahnya terbanyak kedua Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun.

Untuk penderita gagal ginjal sendiri, Tjetjep mengatakan banyaknya penderita gagal ginjal juga disebabkan karena banyak penderita hipertensi tidak patuh. Padahal hipertensi itu harus minum obat tiap hari, dan banyak kebiasaan faktor lain.

"Termasuk minum-minuman kratingdaeng bagi yang gemar olahraga, biar kuat minumnya banyak seperti minum sirup, itu hati-hati. Nanti tidak disadari efeknya ke depan. Ketika badan membutuhkan energi yang baik, tapi organ tubuh sudah rusak," katanya lagi.

(bbi/JPC)

Sumber: Berita Kepulauan Riau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »